Selasa, 21 Desember 2010

Menghadapi Persoalan Hidup

Karunia Allah bagi manusia dalam menjalani kehidupannya adalah ketika ia di beri banyak tantangan, hambatan dan persoalan. Oleh karena itu, semakin banyak tantangan dan kesulitan yang menghadang, insya allah peluang untuk semakin dekat dengan Allah pun semakin besar. sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surat Alam Nasyrah [94] ayat 6-7 :"sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka, Apabila kamu selesai (dari suatu urusan) kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain." begitulah kata buku yang saya baca tersebut.

Orang-orang yang hidupnya tidak pernah mengalami himpitan masalah atau tantangan, tidak akan memiliki tingkat kesungguhan yang tinggi dalam berharap memohon pertolongannya. masalah demi masalah yang datang adalah bagian dari karunia Allah. Sekali kita menyatakan tidak mampu hidup dalam sergapan masalah, maka kita tidak akan pernah bisa memompa kemampuan secara maksimal. Dengan kata lain, orang yang tidak mampu menyikapi masalah secara cepat dan malah gemar menghindarinya, ia akan menjadi manusia yang hidupnya biasa-biasa saja.

Hal yang perlu sangat kita sadari adalah, "Suasana penuh persoalan, tantangan dan persaingan adalah bagian dari krunia Allah yang membuat hidup kita lebih menarik". Mengapa? kesungguhan kita akan lebih banyak terpompa dari banyak nya hal yang bisa kita perbuat. Akan tetapi, pada kondisi yang sama (dalam hal tantangan dan kesulitannya), ternyata banyak juga orang yang menderita stres, tegang, takut, waswas, bingung, cemas. Mengapa begitu? jawabanya adalah karena pikirannya hanya bertumpu pada kemampuan dirinya, atau kepada orang lain yang dipandang mampu menyelesaikan masalahnya.

Padahal, siapa pun yang terlalu sibuk mengandalkan kemampuan diri atau makhluk, maka hidupnya akan dicekam rasa waswas, takut, dan gelisah. Oleh sebab itu, dalam menghadapi segala tantangan, kesulitan dan persaingan, kapan dan dimanapin, kita harus tetap memperhatikan dua hal. Pertama menyempurnakan sunnatulah yang kita ketahui. sikap ini sekaligus juga menyempurnakan amal-amal yang bisa menjadi jalan datangnya pertolongan Allah. dengan demikian, kita pun mendapatkan keuntungan ganda karena bisa memahami Sunnatullah dan inayatullah. Insya Allah datangnya pertolongan Allah itu benar-benar dengan sifat Rahman dan Rahim-Nya; bermanfaat untuk dunia dan maslahat untuk akhirat.

Adapun bentuk pertolongan Allah itu sendiri , hanya dia yang maha tahu sehingga tidak mesti sesuai dengan apa yang kita inginkan dan rencanakan. Mungkin pertolongan itu berupa kesanggupan untuk semakin mengenal kemampuan diri. Kemampuan ini sebenarnya memang sejak di alam rahim telah dititipkannya untuk kita. Bukankah Allah yang telah menciptakan kita' pasti Maha mengetahui bakat-bakat yang ada pada diri kita.

Bisa juga pertolongan Allah SWT itu berupa dorongan yang kuat dalam diri, sehingga menjadi orang yang senantiasa termotivasi untuk maju. kalau Allah sudah menolong, tidak akan ada lagi aral melintang yang dapat menghadang dan menghambat laju perjalanan kita. kalaupun ada, sebesar dan seberat apapun itu, akan di anggap sebagai tantangan yang harus di hadapi dan dicarikan solusi terbaik. Demikianlah jika orang sudah di tolong oleh Allah SWT.

Berbagi dengan teman semua adalah salah satu dari tujuan hidup, bagi saya berbagi adalah cara yang mudah untuk menerima, dan sebaik baiknya orang adalah orang yang mau belajar dan mengajarkannya.
semoga renungan ini bisa menjadi motivasi bagi kita semua dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan tantangan. amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar